Berebut Cari Mitra Koalisi Menjadi Lupa Administrasi
Judul : Berebut Cari Mitra Koalisi Menjadi Lupa Administrasi
link : Berebut Cari Mitra Koalisi Menjadi Lupa Administrasi
MUSTINYA, begitu mendaftar ke KPUD calon Kepala Daerah sudah lengkap persyaratan administrasinya. Di berbagai daerah ternyata banyak sekali para calon yang belum lengkap persyaratannya. Maklum, mereka terlalu sibuk berebut mitra koalisi. Bahkan banyak pula, koalisi yang sudah mateng berantakan karena faktor X.
Tahun politik 2018 sudah dimulai. Parpol dan calon sama-sama sibuknya. Ketika tak pede dengan kader sendiri, banyak parpol yang kasak-kusuk mencari jago luar. Begitu pula para tokoh dan politisi yang berambisi jadi Kepala Daerah, juga sibuk mendekati parpol agar dapat rekomendasi dan diusung sebagai peserta Pilkada.
KPU menentukan, jadwal pendaftaran hanya 3 hari, dari tanggal 8, 9 dan 10 Januari 2018. Ketika sudah mendekati hari pendaftaran, mestinya baik parpol maupun calonnya sudah siap dengan persyaratan KPU yang harus dipenuhi. Sebab untuk menjadi Kepala Daerah, persyaratannya tak semudah orang mau jadi Kepala Rumah Tangga (menikah). KPU memang tidak sama dengan KUA.
Pada Pilkada Serentak 2018 ini sepertinya peta koalisi di mana-mana begitu alot. Banyak koalisi yang sudah mateng, atau setengah mateng, jadi berantakan karena berbagai hal. Ada yang karena tak mampu bayar mahar, terpaksa mundur. Parpol pun cari jago lain lagi. Dan banyak pula koalisi ambyar setelah mendekati hari H pendaftaran.
Di Jabar misalnya, Ridwan Kamil yang semula sudah mantap didukung PDIP juga, tahu-tahu meninggalkannya karena mau mengusung jago sendiri. Deddy Mizwar yang semula didukung PKS, tahu-tahu juga ditinggal gara-gara “main mata” dengan Demokrat.
Paling tragis di Pilgub Jatim. Saifullah Yusuf yang semula sudah mantap dengan pasangan Azwar Anas bupati Banyuwangi, berantakan setelah mendekati hari pendaftaran. Azwar Anas malu hati dan mundur karena jadi korban kampanye hitam. Untung saja Megawati (PDIP) punya stok kader, sehingga sekalian jual trah Sukarno, Puti Guntur Sukarno nggajuli (menggantikan) posisi Azwar Anas.
Karena diwarnai ketidakpastian itulah, parpol dan calon jadi kedodoran melengkapi administrasi saat mendaftar ke KPUD. Akhirnya, yang penting daftar dulu, administrasi menyusul. Dan inilah yang terjadi kemudian, di mana-mana banyak calon Kepala Daerah yang belum lengkap administrasinya.
Untung saja KPUD berbaik hati. Meski bukan kakek atau nenek para parpol, mereka memberi kesempatan parpol-parpol itu melengkapi kekurangan administrasinya. Tentu saja KPUD harus kerja ekstra jadinya. -gunarso ts
Baca Kelanjutan Berebut Cari Mitra Koalisi Menjadi Lupa Administrasi : http://ift.tt/2BdXRHFDemikian Informasi Teknologi Berebut Cari Mitra Koalisi Menjadi Lupa Administrasi
Berebut Cari Mitra Koalisi Menjadi Lupa Administrasi
Anda sekarang membaca artikel Berebut Cari Mitra Koalisi Menjadi Lupa Administrasi dengan alamat link https://infotekno-baru.blogspot.com/2018/01/berebut-cari-mitra-koalisi-menjadi-lupa.html