Revolusi Putih Itu Ternyata Minum Susu Tidak Berkopi

Revolusi Putih Itu Ternyata Minum Susu Tidak Berkopi - Sahabat Info Tekno semuanya, kali ini Informasi Teknologi akan memberikan informasi teknologi terbaru dan mungkin penting untuk anda baca dengan judul Revolusi Putih Itu Ternyata Minum Susu Tidak Berkopi yang telah kami analisa dan kami persiapkan dengan matang untuk anda baca informasi teknologi terbaru kali ini. Semoga imformasi dunia teknologi yang kami sajikan mengenai Artikel Teknologi, yang kami tulis ini dapat anda jadikan pengetahuan di dunia teknologi dan anda tidak kudet lagi dan menjadi manusia yang update teknologi.

Judul : Revolusi Putih Itu Ternyata Minum Susu Tidak Berkopi
link : Revolusi Putih Itu Ternyata Minum Susu Tidak Berkopi

Infotekno-Baru

ISTILAHNYA begitu bombastis: Revolusi Putih. Dengan istilah “revolusi” saja, orang akan terbayang pada soal ketata-negaraan. Tapi ketika kata “revolusi” dipadukan dengan kata “putih”, yang dimaksudkan Ketum Gerindra Prabowo ternyata: Anak SD DKI Jakarta setiap pagi minum susu putih tanpa kopi. Oalah.., ternyata hanya itu to?

Mendengar kata “Revolusi Putih” orang akan berpikir tentang pergantian sistem kekuasaan secara cepat tapi damai. Jika praduga sederhana, misalnya seluruh penduduk DKI Jakarta diwajibkan mengecat tembok rumahnya dengan cat putih. Jaman Golkar masih jaya, di Jateng Gubernur Suwardi pernah mewajibkan tembok-tembok dan pepohonan dicat kuning. Tapi jaman itu juga tak sampai ada istilah “Revolusi Kuning”.

Di Jakarta, seiring dengan pergantian pemimpin baru, Ketum Gerindra minta pada Gubernur DKI untuk melaksakanakan “Revolusi Putih” dalam arti: Semua murid SD di Ibukota tiap pagi minum susu. Agar mereka menjadi anak yang cerdas dan tumbuh sehat. Itu gagasan bagus, karena di tangan generasi muda yang sehat dan cerdas, Indonesia ke depan akan menjadi negara yang berjaya, bisa kuasai Freeport seutuhnya.

Soal minum susu putih tanpa kopi, yang kemudian diwajibkan kepada murid SD, bukan sekarang saja. Jaman “Revolusi belum selesai” (era Bung Karno), tahun 1960-an murid SR juga diwajibkan minum susu putih bantuan Unesco. Jaman Pak Harto tahun 1980-an, SD-SD juga dapat pembagian susu kotak yang berlabel “Susu Sekolah”. Jaman “Revolusi Mental”-nya Jokowi sekarang, Prabowo juga menginginkan pembagian susu itu, meski hanya tingkat SD di Jakarta saja.

Menkes Nila F. Moeloek langsung tidak setuju dengan gagasan itu, meski sedikit terjadi salah paham. Maksud Prabowo hanya untuk DKI, tapi Bu Menteri menganggapnya secara nasional, sehingga dikatakannya, “Untuk 250 juta penduduk, mana cukup sapi-sapi kita?” Kata Menkes, mending pakai ikan yang juga bisa jadi pengganti susu.

Susu segar di Jakarta perliter sekitar Rp10.000, itu sangat murah dibandingkan dengan susu kuda liar yang diiklankan di radio swasta. Tapi tak semua anak Ibukota bisa menikmati. Maka jika program “Revolusi Putih”-nya Prabowo ini berjalan di DKI, diharapkan generasi muda Jakarta ke depan menjadi cerdas, sehat, dan kuat; rosa-rosa macam Mbah Marijan. -slontrot

Let's block ads! (Why?)

Baca Kelanjutan Revolusi Putih Itu Ternyata Minum Susu Tidak Berkopi : http://ift.tt/2zcg4sC

Demikian Informasi Teknologi Revolusi Putih Itu Ternyata Minum Susu Tidak Berkopi

Informasi Revolusi Putih Itu Ternyata Minum Susu Tidak Berkopi kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. Baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Baca juga


Revolusi Putih Itu Ternyata Minum Susu Tidak Berkopi


Anda sekarang membaca artikel Revolusi Putih Itu Ternyata Minum Susu Tidak Berkopi dengan alamat link https://infotekno-baru.blogspot.com/2017/10/revolusi-putih-itu-ternyata-minum-susu.html

Subscribe to receive free email updates: