Jangan-jangan Presiden Kita Sedang Masyarakatkan Kaos
Judul : Jangan-jangan Presiden Kita Sedang Masyarakatkan Kaos
link : Jangan-jangan Presiden Kita Sedang Masyarakatkan Kaos
MINGGU-minggu ini presiden kita Jokowi, gemar mengenakan kaos oblong dalam berbagai acara resmi. Jas komplit atau baju batik sedang ditinggalkan. Jangan-jangan Presiden memang sedang memasyarakatkan kaos. Memangnya pasar kaos dalam negeri sedang melesu? Bukankah ini sudah mendekati Pilkada dan Pileg-Pilpres?
Kaos oblong atau T-Shirt dikenal sebagai pakaian santai. Dikenakan ketika sedang liburan, nonton konser, atau dijadikan pakaian harian di rumah. Mengenakan kaos di kesempatan apapun dijamin tak melanggar UU. Tapi coba saja, nikah di depan penghulu hanya pakai kaos T-Shirt kan dianggap orang kenthir (gila).
Basofi Sudirman saat jadi Gubernur Jatim (1993-1998), pernah ke mana-mana mengenakan jas dari bahan sarung, namanya: Sarfi (sarung Basofi). Tujuannya untuk menggalakkan pemakaian sarung, agar industri sarung di Jatim tidak melesu. Aneh memang, karena Jatim kan dikenal sebagai wilayah kaum sarungan (NU)-nya yang begitu kuat.
Beberapa hari belakangan ini, tiba-tiba Presiden Jokowi gemar sekali mengenakan kaos oblong. Sambut tahun baru 2018 di Gedung Agung Yogyakarta, momong cucu sambil jalan-jalan di Malioboro; pakai kaos oblong. Itu pantas saja karena acara santai bersama keluarga. Tapi ketika meresmikan KA Bandara yang merupakan acara resmi, kok masih pakai kaos oblong juga, sungguh luar biasa. Padahal pejabat lain semua mengenakan jas, paling apes batik.
Kenapa Jokowi jadi gemar mengenakan kaos? Apakah ingin menggalakkan industri kaos dalam negeri? Memangnya industri kaos sedang melesu. Kalau melesu, paling-paling kaos untuk lampu petromax. Menjelang Pilkada serentak, Pileg dan Pilpres, pasti industri kaos sagat bergairah.
Jokowi memang sosok sederhana, sampai-sampai beli tas batik Rp20.000 di Malioboro tak merasa jatuh gengsi. Padahal rakyatnya, banyak yang hidup hedonis dan glamour. Tas saja sampai harga Rp500 juta, padahal isinya hanya tissu dan cermin kecil. Tapi itulah kaum wanita yang banyak harta. Tapi di Banten, gubernur wanitanya yang ke mana-mana bawa tas Hermes, akhirnya malah masuk penjara. –gunarso ts
Baca Kelanjutan Jangan-jangan Presiden Kita Sedang Masyarakatkan Kaos : http://ift.tt/2lKEEZpDemikian Informasi Teknologi Jangan-jangan Presiden Kita Sedang Masyarakatkan Kaos
Jangan-jangan Presiden Kita Sedang Masyarakatkan Kaos
Anda sekarang membaca artikel Jangan-jangan Presiden Kita Sedang Masyarakatkan Kaos dengan alamat link https://infotekno-baru.blogspot.com/2018/01/jangan-jangan-presiden-kita-sedang.html